11/8/13

ROI Reksa Dana Campuran Adalah Yang Tertinggi

ROI Reksa Dana Campuran Adalah Yang Tertinggi - Sepanjang 2013 tercatat  Reksadana campuran memiliki kinerja terbaik. Mengutip data PT Infovesta Utama, rata-rata return reksadana campuran yang ditunjukkan oleh Infovesta Balanced Fund Index  hingga 9 Oktober 2013 mencapai 1,47 persen.

Return tersebut mampu mengalahkan rata-rata return reksadana saham atau Infovesta Equity Fund Index yang hanya 0,82 persen. Reksadana campuran juga unggul ketimbang rata-rata return reksadana pendapatan tetap atau Infovesta Fixed Income Fund Index yang tercatat minus 3,81 persen, apalagi Infovesta Government Bond Index yang tercatat minus 5,78 persen.

Analis InfovestaUtama Vilia Wati mengatakan, kinerja reksadana campuran ditopang oleh alokasi penempatan portofolio pada efek saham yang dilakukan awal tahun hingga Mei 2013. Saat itu, kinerja bursa saham naik cukup kencang sehingga reksadana campuran mampu mencetak return mengalahkan reksadana pendapatan tetap.

Sementara itu, semenjak periode Juni hingga Agustus, alokasi portofolio efek obligasi yang terdapat dalam aset dasar reksadana campuran mampu menahan anjloknya pasar saham. Alhasil, return reksadana campuran tidak seburuk reksadana saham.

Vilia mengatakan, pada periode Juni hingga Agustus 2013, bursa saham dan obligasi mengalami koreksi. "Kendati demikian, koreksi yang terjadi pada efek obligasi tidak sedalam yang terjadi pada bursa saham, sehingga kinerja reksadana campuran masih lebih baik ketimbang saham," terang Vilia, Kamis (10/10/2013).

Vilia memperkirakan, rata-rata return reksadana campuran bisa berada di kisaran 3% hingga 6% hingga akhir tahun. Kenaikan kinerja tersebut akan didorong oleh membaiknya beberapa indikator ekonomi dalam negeri, seperti neraca perdagangan, cadangan devisa serta inflasi yang mulai melambat. "Kondisi tersebut dapat menjadi katalis positif untuk pergerakan bursa saham dan obligasi yang menjadi aset dasar reksadana campuran," ujar dia.

Sejumlah produk reksadana campuran secara year to date bahkan mampu mengalahkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang tercatat 3,26%.

Pratama Berimbang, misalnya, mencatat return 26,73 persen sekaligus menjadikannya jawara di jajaran produk reksadana campuran. Sedangkan di posisi kedua ditempati oleh reksadana Kresna Flexima milik PT Kresna Asset Management dengan return 24,08 persen.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan per akhir September, reksadana Pratama Berimbang memiliki dana kelolaan Rp 34,29 miliar. Sedangkan, Kresna Flexima mencatat dana kelolaan Rp 85,82 miliar.

SAM Syariah Berimbang juga memberikan return positif sebesar 9,87 persen pada periode yang sama. Produk ini mencatat dana kelolaan Rp 404 miliar. Produk milik PT Samuel Aset Manajemen (SAM) ini memiliki kebijakan investasi bisa memutar sekitar 5 persen hingga 75 persen pada portofolio saham syariah, sekitar 5 persen hingga 75 persen pada sukuk atau obligasi syariah dan sisanya sekitar 2 persen hingga 75 persen pada pasar uang syariah.

"Saat ini, kami mengalokasikan sekitar 8,25 persen pada sukuk, sekitar 22,7 persen pada pasar uang dan sekitar 68,91 persen pada saham," ujar Agus Yanuar, Direktur Utama SAM.

Untuk aset saham, porsi terbesar SAM Syariah Berimbang menaruh duit di saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, PT Indofood Sukses Makmur Tbk, PT Semen Gresik Tbk dan PT Unilever Indonesia Tbk. (Wahyu Satriani)


Read More >>

Investasi di Bursa Berjangka

Investasi di Bursa Berjangka - Banyak masyarakat indonesia yang belum mengenal  investasi di bursa berjangka, karenanya langkah pertama yang perlu dipelajari  dalam berinvestasi di bursa berjangka secara aman dan menguntungkan adalah memahami  apa itu bursa berjangka.

“Untuk bermain di bursa berjangka, maka nasabah harus memahami betul bagaimana mekanisme dan perhitungannya dalam berinvestasi di tempat itu”, kata Direktur Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) M. Bihar Sakti Wibowo.

Menurutnya, hal yang harus dilakukan untuk memulai investasi tersebut adalah membuat pola simulasi perdagangan di bursa saham. Setelah itu, tambah Bihar, memilih perusahaan pialang untuk investasi. “Tentunya pialang yang memiliki izin dan itu bisa dicek. Kalau sudah dicek, maka nanti akan dibantu. Dan, harus dicek bahwa pialang yang bantu mempunyai sertifikasi wakil pialang,”paparnya.

Setelah hal itu sudah dilakukan, kata Bihar, tahap berikutnya adalah mulai belajar untuk memisahkan rekening, baik itu rekening investasi maupun rekening pribadi untuk rekening di tabungan. “Nanti kalau hal itu sudah dilakukan, maka baru seseorang itu mulai investasi dan menyetor ke rekening yang dipilih. Tapi, harus rekening yang terpisah”, jelasnya.

Lebih lanjut Bihar mengatakan, terdapat beberapa kelebihan berinvestasi menggunakan investasi bursa berjangka, yakni nasabah dapat berinvestasi langsung dan memonitor secara langsung risiko apa saja yang akan dihadapi ke depannya.

“Sebenarnya bursa berjangka ini menarik. Soalnya, dia ada direct investment. Artinya, seseorang yang berinvestasi mempunyai kesempatan investasi langsung, dan seseorang itu mempunyai kesempatan untuk kapan seseorang itu mau berhenti,” tandasnya.

Jadi, sebelum masuk kebursa berjangka seseorang harus mengetahui bagai mana cara atau prosedur investasi di bursa berjangka, ini dikarenakan banyak masyarakat yang tertipu dengan perusahaan yang berkedok investasi, namun belum tentu membawa keuntungan yang di dapat melaikan kerugian yang diperoleh.

Namun investasi di bursa berjangka banyak keuntungan yang didapat jika kita benar-benar jeli memilih perusahaan yang tepat. Intinya sebelum berinvestasi sebaiknya mengenal dan mengetahui perusahaan yang ingin kita masuki.


Read More >>

11/2/13

Reksadana Dengan ROI Tertinggi 2013

Reksadana dengan ROI tertinggi 2013 - Dari total 94 reksadana yang terdaftar dalam data PT Infovesta Utama, 61 reksadana mencatatkan return positif. Sisanya, masih minus.

Di antara ke 61 reksadana saham itu, produk Pratma Equity hasil racikan PT Pratama Capital Asset Management) mencetak return tertinggi year to date. Hingga akhir Desember 2012 hingga pengujung Oktober 2013, imbal hasil Pratama Equity mencapai 35,3 persen. 


Return rata-rata reksadana saham  hingga Oktober 2013 sebesar 2,5 persen. Angka ini sekitar separuh dari return Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di periode yang sama. Adapun, return IHSG ytd hingga akhir Oktober 2013 sebesar 4,49 persen.


Berikut 10 reksadana pemberi return tertinggi hingga Oktober 2013;

  1. Pratama Equity (PT Pratama Capital Asset Management); 35,30 persen
  2. Pratama Saham (PT Pratama Capital Asset Management); 27,85 persen
  3. Dana Pratama Ekuitas (PT Pratama Capital Asset Management); 23,74 persen
  4. Sam Indonesian Equity Fund (PT Samuel Asset Management); 23,44 persen
  5. HPAM Ultima Ekuitas 1 (PT Henan Puthirai Asset Management); 16,18 persen
  6. Archipelago Equity Growth (PT Archipelago Asset Management); 15,97 persen
  7. Grow-2-Prosper (PT Corfina Capital) ; 15,81 persen
  8. First State Indoequity High Conviction (PT First State Investments Indonesia); 14,28 persen
  9. Batavia Dana Saham Optimal (PT Batavia Prosperindo Asset Management); 12,21%
  10. RHB OSK Alpha Sector Rotation (PT RHB OSK Asset Management); 11,97%



Dari data diatas dapat di jadikan acuan investor untuk menanamkan uangnya pada Reksadana terbaik 2013 agar dapat memaksimalkan seperti yang di inginkan.


Read More >>

Reksadana Tumbuh Pesat

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bertekad memperluas jaringan pemasaran produk reksadana. Saat ini, OJK masih menggodok detail aturan tentang pendaftaran agen penjual efek reksadana (APERD).

Salah satu butir dalam draf aturan itu menyebut, selain manajer investasi dan bank, pihak lain yang berbadan hukum perseroan terbatas (PT) juga boleh ikut menjual reksadana. Tapi, jangan salah, tak semua PT bisa menjadi agen penjual reksadana.

Mereka yang boleh menikmati peluang baru itu adalah perusahaan efek, perusahaan yang khusus memiliki kegiatan usaha sebagai APERD, serta perusahaan keuangan non-bank. Yang termasuk perusahaan keuangan non-bank adalah pegadaian, perasuransian, pembiayaan, dana pensiun dan perusahaan penjaminan.

Agar pemasaran reksadana makin menjangkau masyarakat luas, draf beleid itu membolehkan APERD untuk menjual reksadana di kantor pusat dan cabang. Selain itu, APERD juga bisa bekerjasama dengan pihak lain yang memiliki jaringan luas menjadi sub agen penjualan produk reksadana.

Pihak lain tersebut, meliputi kantor pos, minimarket atau supermarket, tempat penjualan properti, dan gerai penyedia jasa telekomunikasi.

Namun, sebelum melakukan kegiatan penjualan reksadana di kantor cabang atau sub agen, APERD harus memperoleh persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). APERD juga wajib melaporkan kegiatan penjualan reksadana yang terjadi di gerai penjualan, paling lambat tujuh hari setelah terjadi penjualan.

OJK juga mewajibkan APERD menunjuk pejabat penanggung jawab di cabang atau sub agen tersebut. Identitas sebagai wakil agen penjual efek reksadana juga wajib dimiliki setiap pejabat penanggung jawab.

Pejabat penanggung jawab di setiap cabang atau sub agen harus memastikan proses penjualan dan pembelian reksadana telah sesuai dengan prosedur operasi standar dan ketentuan perundang-undangan di bidang pasar modal. Pejabat penanggung jawab juga wajib memastikan kelengkapan dokumen terkait proses transaksi reksadana telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 

Fund Manager PT Samuel Aset Manajemen, Budi Budar berpendapat, aturan ini bakal mendorong pertumbuhan jumlah investor reksadana. Namun, penjualan reksadana lewat gera-gerai ritel tersebut kemungkinan masih akan terganjal oleh prinsip know your customer (KYC).  Prinsip KYC wajib diterapkan oleh manajer investasi (MI) untuk mengenali nasabah.

Selama ini, OJK mewajibkan ada tatap muka antara pihak perusahaan MI dengan nasabah dalam penjualan reksadana. "Prinsipnya, investor mengisi formulir. Apabila data dan informasi yang dibutuhkan lengkap, saya rasa tidak ada kendala," tutur Budi.

Nurhaida, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mengatakan, OJK saat ini masih terus menggodok sistem keamanan terkait aturan perluasan pemasaran reksadana ini. Sebab, jika aturan ini diberlakukan dan agen penjual kian banyak, maka tanggung jawab OJK untuk mengawasi juga akan semakin besar.   

I Dewa Made Susila, Direktur Keuangan PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk, bilang, dengan aturan ini, pasar produk reksadana akan meluas ke segmen pasar multifinance. "Selama ini, sebagian besar pasar tersebut belum terjangkau layanan perbankan maupun produk pasar modal," kata Dewa Made.

Insentif PPh obligasi diperpanjang


Selain perluasan jaringan pemasaran, sebelumnya, para pengelola dan investor reksadana juga memperoleh kabar menggembirakan dari kantor Direktorat Jenderal Pajak. Lembaga negara pemungut pajak ini  secara resmi telah mengusulkan untuk memperpanjang isentif pajak penghasilan (PPh) keuntungan obligasi untuk reksadana. Tarif PPh final keuntungan obligasi yang diperoleh reksadana tidak jadi naik dari 5 persen menjadi 15 persen tahun depan.

Tak hanya itu, bahkan, masa pemberlakuan insentif itu akan diperpanjang hingga 6 tahun ke depan atau sampai akhir 2019. Setelah itu, mulai 2020, tarif PPh keuntungan obligasi yang diperoleh reksadana baru akan naik menjadi 10 persen Harap dicatat, angka ini juga lebih rendah dari rencana sebelumnya yang mencapai 15 persen.

Dua kabar baru itu menjadi berkah bagi industri reksadana yang belakangan memang agak kesulitan. Sepanjang tahun ini (Desember 2012 - September 2013) misalnya, dana kelolaan reksadana baru tumbuh 1 persen. Sementara itu, jumlah unit penyertaan juga hanya bertambah 5 persen.

Nah, pepanjangan insentif PPh bagi reksadana dan perluasan agen penjual reksadana bisa menjadi momentum baru untuk menggenjot perkembangan produk reksadana.

Direktur PT Infovesta Utama, Parto Kawito memprediksi, industri reksadana berpotensi tumbuh antara 20 persen-25 persen tahun pasca aturan ini diberlakukan. Apalagi, jika penjualan reksadana merambah ke sektor ritel. "Penetrasi pasar reksadana akan semakin besar," kata Parto. (Cipta Wahyana, Wahyu Satriani, Dina Farisah)


Read More >>

10/31/13

Yang Lemah Dari Investasi Emas

Setiap jenis-jenis investasi tentunya selalu memiliki karakter masing-masing, mempunyai kekurangan serta kelebihan. Begitu pula dengan investasi emas.  Investasi Emas memiliki banyak kelebihan juga kelemahan


 Apa saja kelemahan di investasi emas ?


Kelemahan yang pertama adalah kecilnya impak terhadap ekonomi mikro secara nyata. Artinya semakin besar anda berinvestasi emas yang tidak secara otomatis, maka membuat perputaran ekonomi semakin membesar juga.

Kelemahan selanjutnya adalah emas sangat beresiko tinggi jika disimpan di dalam rumah apalagi dengan jumlah yang banyak. Berbeda dengan investasi properti yang komoditas ril, seperti bangunan yang tidak mungkin akan dicuri. Untuk itu jika bermain dengan investasi emas harus memikirkan secara matang akan keamanan emas tersebut.

Selain itu, jika dilihat dari segi leverage, tidak banyak yang dapat dilakukan untuk menambah penghasilan dengan investasi emas ini. Apalagi bila berinvestasi dengan teknik mencicilnya lewat bank syariah, jadi anda tidak memiliki kendali akan emas  sebab masih dititipkan di bank tersebut.


Read More >>

Ini loh Jenis Investasi yang Perlu Diketahui

Jenis Investasi yang Perlu Diketahui - Membuat perencanaan keuangan tidak bisa dilepaskan dari aktivitas investasi. Pasalnya, berinvestasi merupakan alat untuk mencapai tujuan financial


Setiap aset investasi memiliki karakteristik potensi keuntungan dan risiko yang berbeda-beda. “Jadi jika ditanya ‘mana aset investasi yang paling baik’, maka jawabannya adalah TERGANTUNG!” ujar Prita Hapsari Ghozie, SE, MCom., CFP, perencana keuangan independen dan direktur ZAP Finance. “Tergantung seperti apa profil resiko Anda? Tergantung berapa lama lagi dananya mau dipakai? Tergantung berapa besar keuntungan yang Anda inginkan?

Prita menjelaskan, bahwa meski saat ini produk finansial yang ditawarkan di Indonesia sangat beragam, mulai dari deposito, obligasi ritel Indonesia, reksadana, hingga unit-link, sebetulnya jenis aset investasi hanya dibagi menjadi empat. Apa saja?

Kas atau Tunai.

“Meski namanya uang tunai, bukan berarti Anda bisa menempatkan uang di dalam lemari atau di bawah bantal seperti orang-orang jaman dulu,” tegas Prita. “Aset investasi dalam bentuk kas umumnya ditawarkan dalam bentuk tabungan, deposito, atau reksadana pasar uang. Potensi keuntungan yang didapat biasanya tidak lebih dari 6 persen per tahun, namun risiko investasi sangat kecil.”

Saham.

Ini adalah bukti kepemilikan atas suatu perusahaan. “Saya biasanya membagi saham menjadi dua, yaitu saham perusahaan terbuka dan saham perusahaan tertutup,” papar Prita. “Contoh saham perusahaan tertutup adalah jika Anda memiliki usaha waralaba, atau usaha kecil rumahan.Untuk saham perusahaan terbuka, ada pilihan saham Blue Chips yang biasanya nilai kapitalisasi pasarnya besar, dan saham lapis kedua.”



PendapatanTetap.

Aset finansial ini menurut Prita memiliki fitur memberikan pendapatan tetap bagi investornya, bisa bulanan atau tahunan. “Umumnya ditawarkan dalam bentuk Obligasi atau surat utang, dan reksadana pendapatan tetap,” ungkap Prita. “Kemungkinan nilai investasi Anda akan berkembang di atas 10 persen per tahun sangatlah minim, namun jika terjadi gejolak di pasar pun nilai investasi umumnya tidak berkurang drastis.”


Lebih lanjut Mike memaparkan bahwa untuk kelas aset saham, bisa ditemui pilihannya dalam bentuk reksadana campuran, reksadana saham, dan juga saham biasa. “Risiko investasi ini tergolong cukup tinggi, namun potensi keuntungan yang diberikan bisa mencapai lebih dari persen per tahun secara rata-rata,” kata Prita.

Aset fisik.

Jenis terakhir adalah aset fisik yang umumnya berbentuk emas, batu permata, dan properti. “Nah, potensi keuntungannya bisa cukup bervariasi, tergantung dari bentuk investasi yang kita pilih,” Prita menjelaskan. “Keunggulan utama kelas aset ini tentu saja investor memegang langsung produk investasinya.”

Jadi, mana kelas aset investasi yang harus menjadi pilihan Anda? Menurut Prita, tentu saja semuanya. “Harus selalu diingat bahwa prinsip dasar berinvestasi adalah jangan pernah menempatkan seluruh dana Anda dalam satu kelas,” tegasnya. “Bentuklah suatu portfolio investasi yang terdiri dari empat kelas investasi di atas, dengan komposisi yang disesuaikan oleh profil risiko masing-masing.


Read More >>

10/29/13

Gini Loh Cara Investasi Emas

Cara investasi emas - Mungkin sebagian dari kita tidak peduli dengan pembelian emas sebagai lahan investasi. Karena toh niat beli perhiasan emas sebagai perhiasan untuk di kenakan sehari-hari.

Tapi mungkin ada orang yang baru tersadar ketika menjual kembali emas itu dengan harga yang lebih tinggi dari pembelian masa lalu. Hitung punya hitung ternyata terdapat keuntungan yang lumayan. Jadi mulai berpikir deh untuk merencanakan keuangan masa depan dengan investasi emas dengan jumlah yang lebih besar.

Investasi emas adalah satu satu alternatif investasi yang menguntungkan karena memiliki nilai yang stabil dan cenderung naik serta mudah di jual kembali.




investasi emas batangan. image credit :flickr.com


Untuk yang berminat investasi emas begini loh tiga alternatif investasinya; 

Menyimpan fisiknya.

Menyimpan dapat fisik emas dalam beberapa pilihan  yaitu emas batangan atau gold bar dengan kadar 22 karat (95%) atau 24 karat (99%), koin emas atau perhiasan emas.


Menyimpan nilainya.

Kita tidak menyimpan fisik emasnya namun membuka rekening di bank dalam bentuk tabungan dan deposito emas, di mana saldo rekening  akan disetarakan dengan nilai emas dari waktu ke waktu.

Memanfaatkan fluktuasi harga.

Kita tidak menyimpan fisik emas namun membeli instrumen finansial dengan underlying aset emas. Contohnya reksadana dengan underlying perusahaan pertambangan emas, efek saham dari perusahaan penambang emas, maupun derivatif  kontrak berjangka komoditi emas.

Read More >>
About us I Contact us I I Blogger